Peningkatan Keterampilan Menulis Anekdot melalui Model Mobile Learning Barcode Qr Code pada Siswa Kelas X SMAN 4 Makassar
Keywords:
Model mobile learning barcode, Teks AnekdotAbstract
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis anekdot melalui penerapan model Mobile Learning Qr Code siswa kelas X SMAN 4 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berbentuk tindakan kelas (PTK) yang memiliki kecenderungan menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini digunakan dengan alasan peneliti dapat meningkatkan kemampuan menulis anekdot, meliputi proses dan hasil pembelajaran, dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis Mobile Learning Barcode QR Code. Penelitian melibatkan mahasiswa sebagai peneliti yang berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia SMAN 4 Makassar. Teknik analisis data kualitatif dalam penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kualitatif. Hasil Penelitian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan, bahwa Model mobile learning barcode dalam menulis teks anekdot siswa kelas X SMAN 4 Makassar dapat menigkat dari siklus I ke siklus II penigkatan dilihat dari hasil evaluasi siklus I sebesar 57,90% menjadi 94,74 pada siklus II. Penigkatan hasil observasi pada siklus I yaitu 52,19% menigkat menjadi 77,63% pada siklus II. Model mobile learning barcode dapat melibatkan siswa secara lebih aktif dalam proses pembelajaran hal ini ditunjukkan dari penigkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II.
References
Abbasi, Ahmed. Zhang, Zhu & Chun, Hsinchun. 2006. A Statistical Learning Based System for Fake Website Detection. The Workshop on Secure Knowledge Management. Dallas: Texas.
Al-Khalifa, H. S. 2011. Sistem Learning berbasis Ponsel dan Kode Respon Cepat. Departemen PerguruanTinggi Teknologi Informasi Komputer dan Ilmu Informasi Raja Saud University, Riyad, Kerajaan Saudi Arabia.
Akhadiah, Sabarti. dkk. 1995. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Alwasilah, A. Chaedar dan Senny Suzanna Alwasilah. 2008. Pokoknya Menulis. Bandung:Kiblat
Arikunto, S. Dkk 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta : Rineka Cipta
Bo, Pang & Lilian, Lee. 2011. Opinion Mining and Sentiment Analysis, Foundations and Trends in Information Retrieval, Volume 2, no. Issue 1-2, pp. 1-135.
Dananjaja 2001. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT bumi Aksara.
Esa BY, Siraj SS, Daud SK, Rahin KAA, Jeffrine RRJ, Soon GT. 2008. Mitochondrial DNA diversity of Tor tambroides Valenciennes (Cyprinidae) from five natural populationsin Malaysia. Zoological Studies, 47(3): 360-367.
Enre.1994. Linguistik Historis Komparatif Bagian Pertama Bagian. Kedua. Yogyakarta: Deepublish.
Freitas PD, Machado CB, Ishizuka TK, Galetti JPM. 2011. Molecular identification of species from Genus Salminus (Characidae) through DNA Barcoding. Poster in Barcoding Fish in the Fourth International Barcode of Life Conference.
Hamalik, O. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Haag. 1998. Teknologi Informasi Komunikasi. Jakarta: Depertemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI.
Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan .
Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kulitatif. Bandung: PT Remaj Rosdakarya
Mulyasa. 2010. Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Bandung: Rosda Cetakan kesembilan.
Mulyati. 2002. Keterampilan Menulis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munandar, Utami. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif & Bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Munirah. 2015. Pengembangan Menulis Paragraf.Yogyakarta: deepublish.
Nasiri, A. & G. Deng, 2009. Faktor Lingkungan Mempengaruhi pada Bisnis Mobile Learning. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik indonesia.
Naismith, L., & Corlett, D. 2004. Reflections on success: A retrospective of the mLearn conference series 2002-2005. mLearn 2006: Across generations and cultures.
Nuraini, Fatimah. 2013. Teks Anekdot sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi Bahasa dan Karakter Siswa. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nurgiyantoro, Burhan. 2012. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.
Nursito, 2000. Penuntun Mengarang. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Ridwan, F. Z. Santoso, H., & Agung, W. P. 2010. Mengamankan single identity number (SIN) menggunakan QR code dan sidik jari. Internet Working Indonesia Journal, 2(2), 17-20.
Sardiman, A. M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawal
Sudjana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Sunendar,D. 2009. Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa. Dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.
Syafi'ie, I.1988. Retorika dalam Menulis. Jakarta: Depdikbud
Tabroni, .2007. Proses Kreatif Menulis Di Media Massa, Bandung: Nuansa.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Taufik. (2009). Penggunaan QR code. Jakarta: Depertemen Pendidikan.
Tompkins, G.E. (1994). Teaching Writing, Balancing Process and Product. McMillan: College Publishing Compani, Inc.
Wachidah. 2004. Menulis secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya.
Walanda, D. K. 2012. Aplikasi quick response QR code dalam Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Sains dan Matematika I. Palu.
Wijana. 1995. Analisis Wacana Pragmatik Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Zhang et al, Hewitt GM. 2010. Assesment of the universality and utility of a set of conserved mitochondrial Primersin insect. Insect Molecular Biology,6: 143-150.
Downloads
Date published articles:
Cite on this Journal:
Issue
Section
License & Copyright

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.