Kerasan Verbal pada Media Sosial Facebook ditinjau dari Perspektif Penyimpangan Kesantunan Berbahasa

Penulis

  • Nurfadhilah Bakhtiar Hamzah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rahman Rahim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Iskandar Iskandar

Kata Kunci:

Kekerasan Vebal, Media Sosial, Facebook

Abstrak

Etika berbahasa menjadi isu yang kurang mendapat perhatian di media sosial. Salah satu contoh relevan yaitu penggunaan bahasa yang telah mengubah pola berbahasa kearah yang negarif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumetasi. Aktivitas analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemui beberapa bentuk kekerasan verbal dengan situasi yang beraneka ragam, sesuai klasifikasi Kesworo dalam Utoro ditemukan enam bentuk kekerasan verbal yakni, kata umpatan, eufemisme, disfemisme, stgmatisasi, hiperbola, dan asosiasi pada binatang. Bentuk bahasa kekerasan verbal di facebook memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia belum mampu berperilaku santun dalam berbahasa, karena kurangnya kesadaran pengguna sosial media dalam beretika ketika memabagikan atau menanggapi informasi yang didapatkan di media sosial  facebook. Sehingga, pada penelitian ini menemukan berbagai perilaku menyimpang terhadap kesantunan berbahasa melalui data kekerasan verbal di media sosial facebook. Penyebab penyimpangan yang paling sering muncul pada penelitian ini adalah emosi pembicara yang mendorong ekses emosional dalam bertutur.

Referensi

Almunawar. (2018). Kesantunan Berbahasa di Kalangan Remaja di Desa Pekalobean Kacamatan Anggeraja Kebupaten Enrekang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Anggraini, N., Rahayu, N., & Djunaidi, B. (2019). Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pembelajaran di Kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah KORPUS, 3(1), 42–54.

Arifin, R. D. (2020). Pengertian Facebook beserta Sejarah, Manfaat, Kelebihan, Kekurangan. https://dianisa.com/pengertian-facebook/ diakses pada 17 Februari 2022.

Baryadi, I. P. (2012). Bahasa, Kekuasaan, dan Kekerasan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Devianty, R. (2018). Penyimpangan dalam Berbahasa Indonesia. Jurnal Raudhah, 6(1).

Gloria, S. A., & Akbar, S. (2019). The Impact of Social Media Usage to Academic Performance. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education, 8(2), 68–76.

Hanafi, M., & Yasir, Y. (2016). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Fisip Universitas Riau. Disertasi. Universitas Riau.

Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi. Yogyakarta: Kansius.

Isnaini, M. H. (2018). Identifikasi Resiko Kekerasan Verbal pada Anak di SDN 1 Sawoo Kabupaten Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Jaya, B. P. (2020). Representasi Kekerasan Verbal dalam Channel Youtube Ericko Lim. Jurnal Transit.

Jumadi, J. (2010). Wacana: Kajian Kekuasaan Berdasarkan Ancangan Etnografi Komunikasi dan Pragmatik. Medan: Pustaka Prisma.

KBBI V : “Kamus Besar Bahasa Indonesia Edis Kelima”. 2019. Diunduuh dari https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbi5&hl=in.Komunikasi dan Pragmatik. Yogyakarta : Pustaka Prisma

Leech, G. (1993). Prinsip-prinsip Dasar Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Nasir, I. (2010). Situs Facebook dan Tindakan menggunakan (Studi Korelasional antara Situs Facebook dengan Tindakan menggunakan Mahasiswa FISIP USU Medan). Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Pranowo. (2012). Berbahasa secara Santun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rachmah, E., & Baharuddin, F. (2019). Faktor Pembentuk Perilaku Body Shaming di Media Sosial. Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Sosial, 66–73.

Rustono, H. (1999). Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang: CV IKIP Semarang Press.

Sallatu, S. (2015). Kesantunan Berbahasa Indonesia Masyarakat Makassar. Yogyakarta: Buginese Art.

Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sukardi, M. I., Sumarlam, S., & Marmanto, S. (2018). Penyimpangan Makna dengan Homonimi dalam Wacana Meme (Kajian Semantik). LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 13(1), 23–34.

Sutikno, R. B. (2010). The Power of 4Q for HR & Company Development. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Utoro, D. Y. S., Susetyo, S., & Ariesta, R. (2020). Kekerasan Verbal dalam Media Sosial Facebook. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 3(2), 150-166.

Wati, M., & Rizky, A. R. (2009). 5 Jam Belajar Cepat Menggunakan Facebook. Bandung: Yrama Widya.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-Dasar Pragmatik. Bandung: Andi Offset.

Date published articles:

2022-05-31

Cite on this Journal:

Hamzah, N. B., Rahim, R. ., & Iskandar, I. (2022). Kerasan Verbal pada Media Sosial Facebook ditinjau dari Perspektif Penyimpangan Kesantunan Berbahasa. Jurnal Konsepsi, 11(1), 119–131. Diambil dari https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/178

Terbitan

Bagian

Daftar Artikel