Internalisasi Makna dan Nilai Budaya pada Cerita Rakyat Pangeran Barasa melalui Pendekatan Sosiologi Sastra
Keywords:
Makna Nilai Budaya, Cerita Rakyat Pangeran Barasa, Pendekatan Sosiologi SastraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan nilai budaya pada cerita rakyat Pangeran Barasa melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa uraian cerita, ungkapan kata-kata tertulis, dan perilaku yang dialami. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, teknik baca, analisis data, dan mencocokkan data dengan kutipatan-kutipan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya pada cerita rakyat Pangeran Barasa. Nilai budaya tersebut, yaitu nilai budaya siri’ (harga diri), budaya kerendahan hati, budaya kerja keras, budaya menuntut ilmu, budaya menghargai adat, dan budaya kekayaan. Kelima nilai budaya tersebut yang paling dominan muncul adalah nilai budaya kekayaan, budaya menghargai adat dan budaya menuntut ilmu. Sedangkan nilai budaya kerendahan hati dan budaya bekerja keras sudah jarang ditemui.
References
Alfian, E., Kaso, N., Raupu, S., & Arifanti, D. R. (2020). Efektivitas Model Pembelajaran Brainstorming dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa. Al Asma: Journal of Islamic Education, 2(1), 54-64.
Al Qarni, W., Rosdiana, R., Mirnawati, M., & Nurdin, K. (2021). The Validity of Indonesian Language Teaching Materials through Audio-Based Islamic Stories in Integrated Islamic Primary Schools. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 10(2), 71-78.
Al-Ma’ruf, Ali Imron. 2017. “Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi”. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press.
Ali, Muhammad. 2011. “Memahami perilaku dan sosial”. Bandung: Pustaka Cendekia utama.
Choiruddin,M, 2018. “ Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Paser dan Berau” Jurnal Basata (JBT), 1(1).45-57
Damariswara, Rian. 2018. Konsep Dasar Kesusastraan: Banyuwangi. LPPM Institut Agama Islam Ibarahimy Genteng Bayuwangi.
Endaswara, Suwardi. 2005. “Tradisi Lisan Jawa”, Warisan Abdi Budaya Leluhur. Yogyakarta: Narasi.
Fatmawati, F., Hasbi, H., & Nurdin, K. (2020). Dampak Implementasi Manajemen Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Terhadap Profesionalitas Guru SMP Negeri di Palopo. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 9(3), 369-383
Gunawan, Ary H.. 2000. “Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan”. Jakarta: Rineka Cipta: hal. 16.
Handayani, Anis. 2009. Novel, Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El Shirazy (Tinjauan Sosiologi Sastra) (http:/digilib.uns.id/dokumen/detail/13627/Novel – pudarnya –pesona-Cleopatra –Karya-habiburrahman-el-shirazy-tinjauan-sosiologi – sastra diakses pada 24 Februari 2021).
Ilham, D., Kaso, N., Aswar, N. A., & Nurhasanah, R. (2021). Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru dengan Karakter Siswa Berbasis Budaya Lokal. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(2), 106-121.
KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia” (KBBI). {Online} Availabe at: http://kbbi.web.id/pusat.
KBBI, 2016. “Kamus Besar Bahasa Indonesia” (KBBI). [Online] Availabe at: http//kbbi.web.id./pasca.
Koenjaranigrat, 1981. “Kebudayaan Mentalitas”. Jakarta. Gramedia.
Koenjaraningrat. 1985.” Pengantar Ilmu Antropologi” Jakarta: Aksara Baru.
Koenjaranigrat, 2009. “pengertian kebudayaan”. Jakarta: Aksara Baru.
Koenjaranigrat, 1987. “Sejara teori Antropologi”. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Prees).
Marwiah, U., & Tolla, A. (n.d). “Improving the ability to Appreciate Poetry Through Sunggastopedia Method”. Journal of language and literature, 6(1), 2015.
Marwiah, U., & Akhir, M. (2020).” Pengembangan Model Materi Ajaran Bahasa Daerah Bugis-Makassar Berdasarkan Kebijaksanaan Lokal Anggaru”. e-Prosiding Hiski, 1 (1), 459-468.
Marpaung, 2000. “Perkembangan Penerapan Budaya” Bandung. Alfabeta.
Musdalifah, A. 2016. “Nilai-niali Budaya”. Jurnal humaika, no 16, vol 1. Maret 2016/ISSN 1979-8298.
Muhammad, A. 2011. “Memahami Riset Perilaku dan Sosial”. Bandung: Pustaka. Cendekia Utama.
Mawaddah, D. 2016..”Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Tanjung Batu”. Skripsi. Indarlaya . UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya..
Mellville J. Heskovits. 1997. The Symbolic Constroction of Community. Diambil dari: http://www. Guru Pendidikan. Com / Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli beserta Definisi dan Unsurnya.
Meleong, Lexy J. 2002. “Metode penelitian Kualitatif”. Bandung: CV. Remaja.
Muhajirin, 2016. “Nilai-nilai Kultural dalam Legenda Rakyat Sasa Datu Kedara”. Surabaya: UNESA.
Narwati, 2011:14. “Pendidikan Karakter Pengintegrasian 18 Nikai Pembentukan Karakter dalam Mata Pelajaran”. Yogyakarta: Familia (Grup Relasi Inti Media).
Nurdin, K., Muh, H. S., & Muhammad, M. H. (2019). The implementation of inquiry-discovery learning. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 7(1).
Parman, A. A., Nurdjan, S., & Patawari, F. (2021). Representasi Nilai Pendidikan Islam dalam Roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka. Jurnal Konsepsi, 10(3), 196-206.
Pelly,1994. “Sosiologi Budaya”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pertiwi, dkk. 2009:46. “Hikayat Teori Apresiasi Prosa Fiksi”. Bandung: Press.
Raharjo, dkk. 2017. Kajian Sosiologi Sastra dan Pendidikan Karakter dalam novel Nun pada Sebuah Cermin Karya Sastra Afifah Afrah serta Relevansinya dengan Materi Ajar di SMA.?
Rifuddin, B., Ilham, D., & Nurdin, K. (2020). Academic Services in Islamic Education Management Study Program The Actualization of the Basic Values of the State Civil Apparatus at IAIN Palopo. International Journal of Asian Education (IJAE) by READ Institute, 1(2), 81-94.
Rimang, S.S 2012. “Kajian Sastra Teori dan Pragmatik”. Yogyakarta: Aura Pustaka
Rosnilawati. 2010. “Nilai Moral Bahan Pembelajaran Sastra”.
Setyawati, Elyana. 2013.” Analisis Nilai Moral dalam Novel Surat Kecil untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Pendekatan Pragmati. Skripsi Bahasa dan Sastra Indonesia”. Yogyakarta (http:/core.ac.uk/download/pdf/33515178.pdf) diakses pada 11 juli 2021
Setyorini, yuli. 2016. “Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Moral dalam Novel Gumuk Sandhi Karya Poerwadhie Atmodihardjo”. Skripsi Pendidikan bahasa dan sastra jawa, purworejo
Soerjono, Soekanto., 2009 Sosiologi Suatu Pengantar”. Jakarta: Rajawali h. 150-151.
Soemardjan, Selo dan Soelaeman Soemardi, 1964. “Setangkai Bunga Sosiologi “. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UI,, h. 115.
Supsiloani., 2008. Analisis Nilai Budaya Masyarakat dan Kaitannya dalam Pembangunan Wilayah di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Skripsi. (https://ejournal.undiksha.ac.id/indekx.php/JPI/articel/download/8627/8627 diakses pada 22 februari 2021).
Sukatman, 2009:3. ”Butir-Butir Tradisi Lisan Indonesia, Teori dan Pembelajaran” Yogyakarta: Laks Bang Pressindo.
Sudjiman. 2006. “Hikayat”. Jakarta: Pustaka Jaya
Surakarta, 2008. “Pengantar Teori Sastra”. Jakarta: PT. Gransindo
Teeuw. A. 2017. “ Pengantar Teori Sastra”. Bandung Dunia Pustaka Jdya.
Teeuw. A. 2017. “Sastra dan Ilmu Sastra”. Bandung Dunia Pustaka Jdya
Wallek, Warren. 2016:98. “Kajian Sosiologi Sastra”. Jakarta: Penerbit PT Granmedia Pustaka Utama.
Wallek. 2016:100. Kritik aliran Heigel dan Taine”. Jakarta: Penerbit PT. Pustaka utama.
Wallek, warren. 2016:39. “Makna karya Seni”. Jakarta: Penerbit PT. Pustaka utama.
Wallek, Warren. 2016:107. “Grafik naik turunnya reputasi dan kemahsyuran Pengarang”. Jakarta. PT. Pustaka utama.
Wallek, Warren. 2016:101. “Sosiologi sebagai Suatu Pendekatan Sastra”. Jakarta: PT. Pustaka Utama.
Downloads
Date published articles:
Cite on this Journal:
Issue
Section
License & Copyright

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.